Saat ini penulis sedang menulis artikel-artikel yang akan diposting secara rutin. Untuk sementara, posting baru belum terbit. Mohon doanya, agar penulis bisa istiqamah dan senantiasa diberi kemudahan oleh Allah dalam berbagi ilmu, amin...

Mencari Data di Blog Ini :

Rabu, 01 Oktober 2008

Idul Fitri, Kembali Fith-rah ataukah Kembali Fith-run? (1 of 2)

Takbir berkumandang
Membahana di penjuru angkasa
Menyentuh relung kalbu
Menelusup ke dalam sanubari

Membuncah rasa di hati
Menjumpai hari kemenangan
Namun kesedihan juga meliputi diri
Benarkah kita telah menang?!

Di kamus “Al-Munawwir Arab–Indonesia”, al fith-ru (الفطر) adalah kasru ash-shawmi, yang artinya hal buka puasa. Selain fith-run, buka puasa disebut juga ifthâr (sighat mashdar dari aftharayufthiru). Senada dengan hal tersebut, makan pagi yang dalam bahasa Inggris kita kenal dengan istilah breakfast (menghentikan puasa), dalam bahasa Arab disebut futhûr.

Dengan demikian, Idul Fitri (عيد الفطر) berarti hari raya berbuka atau makan.

Berdasarkan uraian tersebut, Idul Fitri dapat diterjemahkan sebagai hari raya dimana umat Islam wajib berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari itu waktunya berbuka dan dilarang berpuasa.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم لاَيَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ. وَفِي رِوَايَةٍ عَنْهُ قَالَ : وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra : Tak sekali pun Nabi Muhammad saw. pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya. Anas juga mengatakan : Nabi saw. makan kurma dalam jumlah ganjil. (HR Bukhari)

Sampai di sini dapat diambil kesimpulan sementara bahwa sesuai makna kata yang ada, Idul Fitri adalah kembali kepada aktivitas sebelum puasa, yaitu makan, minum dan hal-hal lain yang tidak diperbolehkan selama puasa Ramadhan. Apabila hanya ditinjau dari sudut pandang ini, memang Idul Fitri tidak mempunyai makna filosofis tinggi.

Namun di sisi lain, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata fithr antara lain berarti asal kejadian, agama yang benar atau kesucian. Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Hal ini selaras dengan hadits Nabi Muhammad saw. bahwa puasa Ramadhan dan segala aktivitas ibadah di dalamnya menghapuskan dosa-dosa terdahulu.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسـَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa puasa Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh)

مَنْ قََامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسـَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh)

Sekian banyak ungkapan, kalimat bijak dan puisi juga telah disampaikan demi menunjukkan betapa agung dan mulia bulan Ramadhan itu. Salah satu ungkapan (maqâlah)—bukan hadits Nabi saw. berdasarkan penelitian KH. Ali Mustafa Ya'qub dan juga oleh Syaikh Albani—yang menjadi idola para da‘i adalah :

َأَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Awal (sepuluh hari pertama) bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya (sepuluh hari kedua) ampunan dan akhir Ramadhan (sepuluh hari terakhir) adalah pembebasan dari api neraka.

Argumentasi tersebut diperkuat lagi dengan kebiasaan kita saling memaafkan saat Idul Fitri. Memang, seharusnya meminta dan memberi maaf tidak perlu menunggu Idul Fitri. Namun demikian, tradisi maaf-memaafkan ketika Idul Fitri tetaplah baik. Tentunya harus dilakukan dengan tulus, bukan sekadar basa-basi. Oleh karena itu, ada ayat yang sangat populer ketika Idul Fitri, yang terjemahnya sebagai berikut :

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

(QS Âli ‘Imrân [3] : 133-136)

Imam Muslim pernah meriwayatkan hadits yang menjelaskan bahwa orang bangkrut adalah orang yang datang di Hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, sementara sebelumnya (di dunia) ia telah mencaci ini, menuduh (berzina) itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu dan memukul ini (dengan tidak haq).

Untuk menegakkan keadilan, kepada si ini diberikan ganjaran kebaikan orang itu dan kepada si itu diberikan ganjaran kebaikannya yang lain. Apabila habis ganjaran kebaikan orang tersebut sebelum semua tanggungannya terlunasi, maka akan diambil dosa-dosa mereka yang pernah disalahinya dan ditimpakan kepadanya. Kemudian orang itu pun dilemparkan ke neraka. Na‘ûdzubillâh.

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan istilah “Lebaran”. KH Masruri A. Mughni—pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah—menerangkan bahwa Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber. Untuk itu, dalam pemaknaannya haruslah diwujudkan pada hal-hal yang positif. Seperti menjalin silaturrahim sebagai sarana membebaskan diri dosa yang bertautan antar makhluk.

Silaturrahim tidak hanya berbentuk pertemuan formal. Halal bi halal, misal, maknanya sangat kering karena digelar hanya sebagai ritual formal. “Yang utama itu, menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat,” anjur beliau.

Di sebuah hadits disebutkan :

مَا مِنْ مُسْلِمَيْن يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Al-Hasan menuturkan, “Berjabat tangan dapat menambah kasih sayang.”

Nah, pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri adalah, “Apakah kita memilih makna kembali fitrah/suci (fith-rah) ataukah kembali makan (fith-run)?”


Daftar Pustaka :
  • Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, asy-Syaikh, “Riyâdhush Shâlihîn”
  • Ahmad Warson Munawwir, “Kamus Al-Munawwir Arab—Indonesia Terlengkap”, Pustaka Progressif, Edisi Kedua–Cetakan Keempat belas 1997
  • Ahmad Warson Munawwir dan Muhammad Fairuz, “Kamus Al-Munawwir Indonesia—Arab Terlengkap”, Pustaka Progressif, Cetakan Pertama 2007
  • M. Abdul Manaf Hamid, “Pengantar Ilmu Shorof Ishthilahi—Lughowi”, P.P Fathul Mubtadin—Prambon, Nganjuk, Jawa Timur, Edisi Revisi
  • M. Quraish Shihab, Dr, “Wawasan Al-Qur’an — Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat”, Penerbit Mizan, Cetakan XIX : Muharram 1428H/ Februari 2007
  • Zainuddin Ahmad bin Abdul Lathif Az-Zabîdî, asy-Syaikh, “Ringkasan Shahîh Al-Bukhârî (Al-Tajrîd as-Sharîh li Ahâdîts al-Jâmi‘ as-Shahîh)”, Penerbit Mizan, Cetakan III : Dzulhijjah 1419/April 1999
  • http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14324
Artikel lain tentang Idul Fitri:
#Semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...#

24 komentar:

  1. Pertamaaaaaaxx!!!


    Taqoballahu Minna waminkum Ya..kariimm...
    Maaf lahir bathin yaach :)

    BalasHapus
  2. mu suka&cinta bgt ya ma islammm??????semoga allah menolong agama ini yg sdang di intai oleh musuh2nya

    BalasHapus
  3. asalamualikum saudaraku faisol yang dirahmati Allah,
    aidilfitri di sini seperti biasa dan berjalan dengan tenang...
    Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah...
    Cuma tahun ini kurang sedikit kemeriahannya berbanding tahun2 sebelum ini...
    tradisi bertakbir dari rumah ke rumah pada malam raya tidak lagi dijalankan di kampung saya....
    agak sedih juga lah perasaan saya...
    untuk pengetahuan saudara, pada hari raya ke-3, saya mendapat anak buah sulung...
    perempuan dan diberi nama nur wardatunnuha binti shahrul rizal...
    bertambah ceria keluarga kami....
    Alhamdulillah saya panjatkan setinggi-tinggi kepada Allah s.w.t...

    saya juga berharap agar Allah menyatukan seluruh umat islam....

    BalasHapus
  4. saudariku Ly yg baik,

    amin... mohon maaf lahir & batin juga... :-)

    saudaraku islam_is_the_best yg baik,

    amin...

    saudaraku jeff hardyz yg sedang berbahagia,

    salam tahni'ah u/ sampean & keluarga... semoga menjadi anak yg shalihah, sehat, cerdas, cantik, tinggi derajatnya, berbakti kpd orang tua, bermanfaat bg masyarakat, nusa, bangsa & agama, amin...

    kalau tradisi sdh tdk dijalankan lagi, mari kita mulai lagi, saudaraku... bersedih saja tdk cukup, mari kita usahakan lagi... yg penting usaha kita, bukan hasil akhirnya...

    bukankah Allah melihat proses & tidak mewajibkan hasil...?

    begitu dulu, saudara/i-ku... semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin...

    BalasHapus
  5. Ass. taqoballa4JJIhu minna waminkum taqobbal ya karim. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir & bathin.

    Regard.

    @_pararaja
    Skimaters.
    www.smk3ae.wordpress.com

    BalasHapus
  6. saudaraku Skimaters yg baik,

    amin... mohon maaf lahir & batin juga...

    BalasHapus
  7. Assallamu'alaikum Wr.Wb.
    Terimakasih informasinya.
    Dalam konteks paska Puasa Ramadhan, maka kembali berbuka merupakan sesuatu yang penting, agar Umat Islam dapat kembali menikmati segala sesuatu yang dihalalkan oleh Allah SWT. Tetapi, agar lebih "keren" makna dan implementasinya harus ditambah, dengan makna kembali fitrah, yaitu seorang manusia yang siap memegang teguh aqidah, siap melaksanakan ibadah, siap bermuamallah, siap memahami adab, dan siap berakhlak sebagai konsekuensi orang yang beraqidah, beribadah, bermuamallah, dan beradab.

    BalasHapus
  8. Ass.wr.wb.

    Tetap beristiqomah adalah sikap yang bijak.
    Bersemangat untuk lebih "continually improvement" adalah dianjurkan.

    "Hari ini lebih baik dari pada esok, hari ini sama dengan kemarin, atau hari ini lebih buruk dari kemarin" itu adalah pilihan.

    "Fastabiqul khoirot" dengan mengadopsi prinsip "fujuroha wa taqwaha" adalah kearifan.

    So, dengan selesainya waktu puasa ramadan dan iedul fitri 1429 H...!

    Menjaga kesucian dan kebersihan jiwa, beramal sholeh yang i'tiba nabi dengan niat yang ikhlas, dan terus berkarya untuk kemaslahatan umat adalah suatu sikap yang benar - benar bijaksana dalam menjadi seorang muslim yang beriman dan bertaqwa.

    Keep brothership.
    Regard.

    @_pararaja

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum.....Minal aidin walfaidzin pak......maaf terlambat.....saya senang sekali dengan tulisan2 anda baik diblog maupun cara anda menanggapi koment di NU online......salam kenal ya pak nama saya surya......semoga anda juga berkenan singgah di gubug maya saya http://gubugsurya.wordpress.com

    BalasHapus
  10. terima kasih atas respon yang baik dari Bapak.....bila kiranya Bapak berkenan saya ingin mengaji kepada Bapak baik secara pribadi via email : radenmas_surya@yahoo.com atau lewat blog Bapak dengan membaca Muhasabah2 dari Bapak yang membuat saya sadar.......jangan sampai malaikat jewer kita.......hehehehe(senyum)

    BalasHapus
  11. Bila kiranya Bapak berkenan berbagi ilmu dengan saya, saya mohonkan untuk mengirimkan referensi ilmu melalui email saya di radenmas_surya@yahoo.com ........maaf pak, ini hanya alamat email tidak mencerminkan siapa saya....coz sudah terlanjur terikat dengan kerja jadi gak bisa diubah......

    BalasHapus
  12. saudaraku surya yg baik,

    mari kita mengaji (menuntut ilmu) bersama-sama & bersama-sama mengaji (menuntut ilmu)...

    kita ini sama saja... saya hanya seorang santri, bukan ustadz... saya pun ingin belajar kepada sampean & semua orang...

    begitu dulu, saudaraku... semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin...

    BalasHapus
  13. semoga setelah lebaran kita juga tetap berniat puasa, berpuasa dari hal2 buruk ;)

    BalasHapus
  14. Luigi Pralangga10 Oktober 2008 05.02

    Semoga lepas lebaran ini - semangat ibadahnya tidak kendur ya :D

    Salam hangat dari afrika barat, sayangnya tidak bisa mudik lebaran tahun ini.

    BalasHapus
  15. Andai jemari tak sempat berjabat, andai raga tak dapat bertatap, seiring bedug yang menggema, seruan takbir yang berkumandang, kuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri, jika ada kata serta khilafku membekas lara, mohon maaf lahir dan batin…
    Taqobalallah minna wamin kum taqobbal yaa kariim, syiyamana wa syiyamukum , minal ‘aidzin wal faizin


    saya salut dengan anda semoga bisa menjadi sahabat lam kenal aj boss..

    BalasHapus
  16. bagi saya, kedua-duanya, fith-run dan fith-rah. semoga aja ya....

    artikelnya bagus, terima kasih, smg lebih sering saling berkunjung... :)

    BalasHapus
  17. Informasi yang lengkap tentang makna Idul Fitri. Terima kasih, semoga Allah memberi pahala yang baik buat anda, amien.

    BalasHapus
  18. informasi lengkap dan membuat sy tertunduk, begitu indahnya makna idul fitri. terima kasih sdh berkenan mampir ke blog saya. wass,

    BalasHapus
  19. Makasih dah berkunjung ke blogku mas. Blog sampeyan bagus. Boleh saya link ya....

    BalasHapus
  20. saudaraku aRuL yg baik,
    dg memohon pertolongan Allah, semoga demikian, amin...

    saudaraku Denbagus yg baik,
    taqabbal yaa Kariim, amin... salam kenal juga...

    saudaraku surauinyiak yg baik,
    semoga silaturrahim tetap terjaga, amin...

    saudaraku uripsantoso yg baik,
    amin... doa yg sama dihaturkan oleh para malaikat u/ sampean & semua orang yg mendoakan orang lain, amin... ini dr hadits riwayat Imam Muslim...

    saudaraku defidi yg baik,
    terima kasih kembali saya haturkan..

    saudaraku Mufti AM yg baik,
    monggo2 saja kalau mau di-link... semoga bs jd ilmu yg bermanfaat & Multi Level Pahala (MLP) bg kita semua, amin...

    BalasHapus
  21. assalamu'alaikum wr wb.
    wahai saudara faisol, mohon maaf lahir dan bathin. terima kasih telah menjenguk halamaku.

    BalasHapus
  22. semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kembali suci di hari idul fitri ini..

    taqobalallohu minna wa minkum, shiamana wa shiamakum..

    mohon maaf lahir dan batin..

    -fullmoon-

    BalasHapus
  23. Saya berharap dengan bermaaf-maafan semoga kita semua menjadikan Idul fitri adalah momentum terbaik bagi setiap manusia untuk kembali ke fitrahnya sebagai makhluk yang suci dan terampuni dosanya. Amin...

    BalasHapus
  24. Mohon Izin Ust. Faishol untuk mengunduh artikel ini.
    terima kasih

    BalasHapus